Social Icons

Pages

Tampilkan postingan dengan label islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label islam. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Maret 2014

Ucapan Najib Di PBB Penting Untuk Dunia Islam


KUALA LUMPUR – Gerakan Kesederhanaan Global (GMM) menganggap ucapan Perdana Menteri, Datuk Seri Najib Tun Razak berhubung kesederhanaan sebagai prinsip hubungan antarabangsa pada sesi Mesyuarat Agung Pertubuhan Bangsa-bangsa Bersatu (PBB) yang ke-68 di Amerika Syarikat (AS) semalam amat penting untuk dunia Islam.

Ketua Pegawai Eksekutifnya, Datuk Saifuddin Abdullah berkata, ucapan itu amat penting kerana dunia Islam sedang ketandusan kepemimpinan yang mampu bersuara untuk menangani isu-isu sesama umat Islam sehingga ia perlu diselesaikan oleh kuasa-kuasa dunia barat.

“Di sini, saya harap Malaysia, khususnya Perdana Menteri (Najib) dapat memainkan peranan kepemimpinan dalam dunia Islam. Kita mempunyai wibawa berbuat demikian kerana Malaysia adalah negara Islam yang mengamalkan cara hidup sederhana, demokratik dan maju.

“Malaysia adalah cerita kejayaan amalan kesederhanaan. Cerita ini wajar dikongsi di seluruh dunia Islam,” katanya melalui satu kenyataan media hari ini.

Justeru, Saifuddin menegaskan GMM akan meneruskan intipati ucapan Najib itu dengan meningkatkan diplomasi rakyat-kepada-rakyat dalam kalangan dunia Islam supaya kesederhanaan global menjadi gaya hidup dalam setiap bidang kehidupan.

Beliau seterusnya berkata, ucapan Najib itu juga penting kerana PBB sedang memilih negara-negara yang menduduki kerusi tidak tetap Majlis Keselamatan untuk tahun 2015 dan Malaysia antara negara yang menawarkan diri.

Perdana Menteri pada ucapannya mengumumkan inisiatif Gerakan Kesederhanaan Global yang kini selepas tiga tahun telah diterima oleh masyarakat antarabangsa sebagai gerakan untuk memerangi ekstremisme.

Dalam menghadapi cabaran dunia Islam sekarang dalam konteks pendekatan kesederhanaan, Najib mencadangkan dua langkah iaitu menggunakan suara majoriti umat Islam dan menyelesaikan semua masalah politik bermula dengan Syria.

Menurut Najib, wasatiyyah atau kesederhanaan adalah salah satu alat paling berkuasa untuk menghalang ekstremisme yang menggunakan agama Islam sebagai alasan untuk melakukan keganasan.
selengkapnya

Jumat, 31 Januari 2014

5 Manusia Pertama yang Memeluk Islam

Oleh: Jalaksana Winangoen
[UNIKNYA.COM]: As-Sabiqun al-Awwalun adalah orang-orang terdahulu yang pertama kali masuk/memeluk Islam. Mereka adalah dari golongan kaum Muhajirin dan Anshar, mereka semua sewaktu masuk Islam berada di kota Mekkah, sekitar tahun 610 Masehi pada abad ke-7. Pada masa penyebaran Islam awal, para sahabat nabi di mana jumlahnya sangat sedikit dan golongan As-Sabiqun Al-Awwalun yang rata-ratanya adalah orang miskin dan lemah. Berikut manusia-manusia pertama yang memeluk Islam Setelah Nabi Muhamad:

1. Khadijah binti Khawalid
Khadijah berasal dari golongan pembesar Mekkah. Kawin dengan Nabi Muhammad, ketika berumur 40 tahun, manakala Nabi Muhammad berumur 25 tahun. Ada yang mengatakan usianya saat itu tidak sampai 40 tahun, hanya sedikit lebih tua dari Nabi Muhammad. Khadijah merupakan wanita kaya dan terkenal.
Ketika Nabi Muhammad masih muda dan dikenal sebagai pemuda yang lurus dan jujur sehingga mendapat julukan Al-Amin, telah diperkenankan untuk ikut menjualkan barang dagangan Khadijah. Hal yang lebih banyak menarik perhatian Khadijah adalah kemuliaan jiwa Nabi Muhammad. Khadijah lah yang lebih dahulu mengajukan permohonan untuk meminang Beliau, peminangan dibuat melalui paman Muhammad yaitu Abu Thalib.
”Sewaktu malaikat turun membawa wahyu kepada Muhammad maka Khadijah adalah orang pertama yang mengakui kenabian suaminya, dan wanita pertama yang memeluk Islam. Sepanjang hidupnya bersama Nabi, Khadijah begitu setia menyertainya dalam setiap peristiwa suka dan duka. Allah mengkaruniakannya 3 orang anak, yaitu Qasim, Abdullah, dan Fatimah.

2. Zaid bin Haritsah
Zaid bin Haritsah berasal dari kabilah Kalb yang menghuni sebelah utara jazirah Arab. Di masa kecilnya, ia ditangkap oleh sekelompok penjahat yang kemudian menjualnya sebagai seorang budak. Kemudian ia dibeli oleh Hukaim bin Hisyam keponakan dari Khadijah. Oleh Khadijah, ia diberikan kepada Nabi Muhammad yang kemudian memerdekakan Zaid bin Haritsah. Ia adalah salah satu orang yang pertama dalam memeluk agama Islam.

Zaid menjadi sahabat serta pelayan yang setia Nabi Muhammad. Ia menikah dengan Ummi Ayman dan memiliki putra yang bernama Usamah bin Zaid bin Haritsah. Ia mengikuti hijrah ke Madinahserta mengikuti setiap pertempuran dalam membela Islam. Dalam Pertempuran Mu’tah, ia diangkat sebagai panglima perang dan dalam pertempuran inilah, ia mati syahid.

3. Ali bin Abi Thalib
Ali bin Abi Thalib adalah salah seorang pemeluk Islam pertama dan juga keluarga dari Nabi Muhammad. Menurut Islam Sunni, ia adalah Khalifah terakhir dari Khulafaur Rasyidin. Sedangkan Syi’ah berpendapat bahwa ia adalah Imam sekaligus Khalifah pertama yang dipilih oleh Rasulullah Muhammad SAW. Uniknya meskipun Sunni tidak mengakui konsep Imamah mereka setuju memanggil Ali dengan sebutan Imam, sehingga Ali menjadi satu-satunya Khalifahyang sekaligus juga Imam. Ali adalah sepupu dari Muhammad, dan setelah menikah dengan Fatimah az-Zahra, ia menjadi menantu Muhammad.
4. Abu Bakr ash-Shiddiq
Abu Bakar termasuk di antara mereka yang paling awal memeluk Islam. Setelah Nabi Muhammad wafat, Abu Bakar menjadi khalifah Islam yang pertama pada tahun 632 hingga tahun 634M. Lahir dengan nama Abdullah bin Abi Quhafah, ia adalah satu di antara empat khalifah yang diberi gelar Khulafaur Rasyidin atau khalifah yang diberi petunjuk.

Abu Bakar adalah ayah dari Aisyah, istri Nabi Muhammad. Nama yang sebenarnya adalah Abdul Ka’bah (artinya ‘hamba Ka’bah’), yang kemudian diubah oleh Muhammad menjadi Abdullah (artinya ‘hamba Allah’). Muhammad memberinya gelar Ash-Shiddiq (artinya ‘yang berkata benar’) setelah Abu Bakar membenarkan peristiwa Isra Miraj yang diceritakan oleh Muhammad kepada para pengikutnya, sehingga ia lebih dikenal dengan nama “Abu Bakar ash-Shiddiq”.

5. Bilal bin Rabah
Bilal bin Rabah adalah seorang budak berkulit hitam dari Habsyah (sekarang Ethiopia) yang masuk Islam ketika masih diperbudak. Setelah majikannya mengetahui bahwa Bilal masuk Islam, maka Bilal disiksa terus menerus setiap harinya guna mengembalikannya agar tidak memeluk Islam. Tetapi Bilal tidak mau kembali kepada kekafirannya dan tetap melantunkan “Allahu Ahad, Allahu ahad…”.

Pada akhirnya Bilal dimerdekakan oleh Abu Bakar dan menjadi sahabat setia Rasulullah saw sampai-sampai Bilal dalam sebuah hadits diceritakan bahwa Rasulullah saw pernah bermimpi mendengar suara terompah Bilal di surga. Ketika hukum syariat adzan diperintahkan oleh Allah orang yang pertama kali disuruh oleh Rasulullah untuk mengumandangkannya adalah Bilal bin Rabah, ia dipilih karena suara Bilal sangat merdu.(**)
selengkapnya